ToBa Dreams ; Janji Cinta Ayah dan Anak

ToBa Dreams ; Janji Cinta Ayah dan Anak

Film ToBa Dreams garapan Benni Setiawan merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karya TB. Silalahi. Berawal dari sersan Tebe yang pensiun dari militer. Dengan uang pensiun yang tak seberapa, Tebe pun memboyong keluarganya dari rumah dinas Jakarta kembali menuju kampung halaman di Sumatera Utara.

image

Ketiga anak Tebe, terutama Ronggur, tidak setuju dengan keinginan sang ayah.  Apa daya, situasi memaksa mereka semua pulang ke kampung halaman.  Terbiasa tinggal di kota besar kemudian pindah ke desa tentunya tidak mudah. Beberapa kali terjadi pertengkaran, akhirnya Ronggur kabur ke Jakarta. Berjibaku dengan kehidupan Jakarta yang cadas, Ronggur berusaha keras menaikkan kehidupannya serta mendapat pengakuan dari sang ayah.

image

Cuma gitu doang? Gak doong. Saya sengaja putus ceritanya sampai situ supaya gak spoiler.

ToBa Dreams mengemukakan konflik yang banyak dihadapi ayah-anak, cuma jadi kena banget karena dimunculkan dalam keluarga Batak di mana anak cowok tertua jadi tumpuan keluarga. (Beruntung Tebe gak punya keponakan. Kalau ada, makin susah hidup si Ronggur karena adat Batak “anak dijinjing, keponakan dijunjung”.Hahaha)

FYI, saya 1/2 Batak, nyokap boru Simandjuntak.Generasi nyokap besar di Bandung dan gak pernah pulang kampung, maka pengetahuan saya tentang Batak terbatas banget.

ToBa Dreams membangkitkan rasa sayang dan ingin tahu saya sama tanah kelahiran opung. Pemandangan sawah, rumah adat, sampai danau Toba yang membentang luas .

Dialog-dialog dalam film ini menarik dan kena banget. Semua pemain bermain bagus, tapi yang paling mencolok adalah Jajang C.Noer dan Mathias Muchus. Jajang C. Noer menunjukkan kehangatan tipikal nenek-nenek Batak yang lebih membela cucu daripada anak sendiri, lalu Mathias Muchus memperlihatkan  pride orang Batak dan menunjukkan kasih sayang dengan cara keras.

image

Namun yang paling berkesan sih musik yang dibuat oleh Viky Sianipar. Nuansa etnik musik buatan Viky Sianipar semakin memperindah adegan film ToBa Dreams. Susah untuk diceritakan, harus didengar sendiri sambil nonton filmnya.

Overall, ToBa Dreams cukup memuaskan. Meski durasi 2 jam cukup panjang, ada hal-hal yang membuat saya bertahan duduk dari awal sampai akhir. Padahal duduknya di row 2 dari depan. Hahaha.

image

Nonton ToBa Dreams jangan lupa bawa tissue. Soalnya ada heartbreaking scene yang nusuk banget.

Oh ya, dengerin juga lagu di penghujung film.Liriknya indah sekaligus jleb.

Setelah nonton ini kamu peluk papa dan bilang sayang sama beliau ya 🙂

Posted from WordPress for Android

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s