Karya Anak Bangsa; Mantra Yang Mulai Hilang Daya Magisnya

Karya Anak Bangsa; Mantra Yang Mulai Hilang Daya Magisnya

“Dukung karya anak bangsa”
“Beli dong, yang bikin kan orang Indonesia”

Jargon “karya anak bangsa” dan segala variasinya  pasti pernah kamu dengar sejak dekade lalu (atau malah lebih). Dalam skena komik Indonesia 11-12 dengan “support your local comics.”

Jargon tersebut bagaikan mantra. Harapannya mantra tersebut membuat orang ngeh dengan produk Indonesia. Sebuah “call-to-action” supaya orang membeli produk buatan Indonesia.

Itu salah gak sih? Tidak, Wajar kok mengincar orang Indonesia lebih dulu sebelum masuk pasar luar.
Mantra tersebut jadi senjata makan tuan jika digunakan sebagai tameng dan mencari dukungan membabi buta.

Beberapa hari lalu fanpage animasi Battle of Surabaya The Movie (selanjutnya disebut BoS) membuat heboh dunia maya (bahkan sampai sekarang) dengan post yang kini sudah dihapus.

image

Blaar! Netizen pun langsung bereaksi terhadap post ini (beserta komentar-komentar yang menyertainya). Sebagian orang (termasuk gue) merasa kecewa pada post tersebut. Ini 3 point gue:

1. Kenapa harus pakai gimmick seperti ini? Pancingan seperti itu berpotensi besar merusak citra film. Masih banyak pendekatan lain bisa dilakukan tim marketing.  Misalnya angkat cerita menarik mengenai perang Surabaya (jadi nilai plus karena faktor edukasi) atau proses produksi BoS.
Katanya tim animator BoS adalah pelajar SMK. Menarik tuh untuk diangkat usaha mereka membuat BoS. Gak bisa dihindari ada unsur dukung karya anak bangsa, tapi diberikan dengan subtle dan gak vulgar.

2.Komentar yang megajak untuk beri point sempurna di IMDB. Lah, itu mah penipuan kali. Jika filmnya bagus ya gak apa kasih point tinggi. Kalau filmnya gak pantas dapat nilai tinggi ngapain dipaksa.
Misalnya ada orang nonton karena baca film ini dapat nilai tinggi, terus dia kecewa karena gak sesuai harapan. Bisa-bisa dia hilang percaya sama animasi Indonesia.

3. Harga diri bangsa tidak dipertaruhkan dalam hal ini. It’s all about quality. Post tersebut menimbulkan kesan inferior tim (marketing) BoS. Ya, gue tahu ada rasa gentar melawan Pixar dengan Inside Out. Gue tahu bioskop di Indonesia belum begitu ramah terhadap film dalam negeri. Gue tahu beban mental untuk balik modal untuk menarik investor. But don’t sell yourself so cheap, guys.
Kita bakal masuk era perdagangan bebas di mana kualitas jadi dewanya. Jika berkeras tetap pakai cara seperti itu kita bakal kelibas di negara sendiri.

Sejujurnya gue belum nonton BoS, maka gue gak ngomongin kualitas film itu. Gue menunggu tayang di TV atau rilis DVD.

Last but not least lebih percaya dong pada karya sendiri. Jika karya berkualitas pasti didukung kok. Jangan terlena sama rasa kasihan dan pemakluman berlebih.

Good luck and all the best on your next project, BoS team. 🙂

Posted from WordPress for Android

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s