Batman V Superman; Film yang Terlalu Penuh

Batman V Superman; Film yang Terlalu Penuh

Puji syukur Alhamdulillah gue berhasil dapat tiket Batman V Superman Dawn of Justice hari pertama 23 Maret 2016 di Imax GanCit. Gak percuma hampir 2 jam refresh website XXI melulu.

2988068-bvs-poster

Onto the movie ! Zack Snyder  yang sebelumnya menyutradarai Man of Steel kembali duduk di kursi sutradara. Naskah digarap Christopher Terrio yang menulis ulang berdasarkan tulisan awal David S.Goyer.  Christopher Nolan menjadi executive producer; Hans Zimmer membuat musik untuk film ini.

Kalau ditanya pendapat mengenai film ini, rasanya campur-campur kayak es oyen. Di satu sisi saya sangat menikmatinya. Saya suka dengan Batfleck, eh maksudnya Batman di BvS. Dia lebih tua, dewasa, gelap, dan brutal. Bias sih karena saya memang penggemar Batman. Hahaha.

DC kelihatan banget pengen membuat film yang saling berkaitan seperti Avengers-nya Marvel. Dan mereka memulainya di BvS. Nah, masalahnnya adalah DC menumpuknya dalam film ini. BvS terasa “penuh”, banyak yang ingin disampaikan sehingga jadi kurang fokus. Apa yang harusnya “dalam” jadi permukaan doang. Sejujurnya saya kurang bisa empati pada alasan Batman dan Superman saling bertarung. Ya karena cuma nampak permukaan.

Masih soal cerita. Mungkin karena bukan pembaca komik DC maka saya kehilangan beberapa momen penting.Kehilangan dalam arti “Ok, gue tau ini adegan penting. Tapi apa maknanya ya?” Dan kayaknya saya kelewatan beberapa easter eggs.

Sorry to say, Jesse Eisenbergs’s Lex Luthor is  annoying. Blah.

Henry Cavill sebagai Superman gak jelek. Cuma gue selalu kebayang dia di The Man from U.N.C.L.E jadi aneh ngeliat dia serius gitu. Hahaha.

Untung ada Wonder Woman. Beneran deh, momen ketika dia muncul sebagai Wonder Woman bikin mata kebuka lebar lagi. GAL GADOT RULES! Kostum Wonder Woman beda sama versi TV series. Kostumnya di BvS bener-bener kayak prajurit, gahar pisan dan keren.

Jadi kalau seneng nonton film superheroes yang ceria seperti Avengers, by all means jangan nonton BvS. Sebab BvS yang brutal dan keras, tapi gak gore kok.
Oh ya, bagi penggemar Batman versi Nolan (seperti saya) sebaiknya jangan bandingkan BvS dengan trilogi TDK. Gak bakal enjoy nontonnya.

Jika memungkinkan nonton Imax , minimal Atmos deh.

Jangan dengerin atau terpengaruh review orang (termasuk saya). Setiap orang punya sudut pandang berbeda, mungkin saja kamu melihat sisi lain yang luput dari perhatian penonton lain.

 

Last but not least, enjoy the movie!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s