[Movie] Murder On The Orient Express

[Movie] Murder On The Orient Express

Sejak pertama kali denger novel Murder On The Orient Express jadi film layar lebar gue seneng banget. Novel karya Agatha Christie ini emang favorit gue. Apalagi cast aktor-aktrisnya dahsyat. Mulai dari Kenneth Branagh jadi Hercule Poirot sekaligus sutradara, Judi Dench, Michelle Pfeiffer, Johnny Depp, dan nama-nama beken lainnya.

Kebayang dong gimana bahagianya gue saat dapat undangan pre-screening dari 20th Century Fox. Yay, bisa nonton duluan. Undangannya unik pula bentuknya one way ticket. Saat gue datang ke screening tanggal 25 November 2017, suasana di XXI Epicentrum kerasa banget euphoria Murder On The Orient Express. Mulai dari photoboard gede, poster masing-masing karakter, sampai orang cosplay jadi Poirot dan masinis kereta.

Can’t help myself. Gue pakai topi masinisnya juga. Hahaha.

Terus, gimana filmnya sendiri? Satu kata aja…. KEREN!

Awalnya kita disuguhi pemandangan Yerusalem yang unik dengan kehidupan umat dari 3 agama yang berbeda. Setelah itu kita dibawa melihat pegunungan bersalju yang tinggi namun indah. Interior keretanya juga klasik banget. Gue jadi pengen naik kereta yang kompartemennya kayak Orient Express.

Dari segi cerita, film ini setia pada novel. Ya kali ubah plot utama, bisa diprotes fans dari berbagai negara. Tapi ada kok bumbu-bumbu ditambahin jadi penonton yang udah baca bukunya tetap dapat hal baru.

Gak percuma 20th Century Fox pakai nama-nama besar di film ini. Terbukti aktingnya bagus. Meski kepalanya gak lonjong, gesture Kenneth Branagh sebagai Poirot persis seperti bayangan gue. Memang rada aneh melihat Poirot ada sedikit adegan action, tapi gak mengubah total karakterisasi karena ia tetap mengandalkan sel-sel kelabu tercinta. Menurut Veranda, hal itu (Poirot dan adegan action) mungkin supaya penonton gak bosen dengan pemandangan dalam ruangam melulu. Hmm, make sense sih.

Scene saat Poirot membuka fakta pembunuhan bagus banget. Adegannya sedikit berbeda dengan novel namun intens dan bikin baper. Angkat topi untuk Michelle Pfeiffer dan Kenneth Branagh.

Bagi gue Murder On The Orient Express adalah film detektif terbaik saat ini. Jika lo udah baca novelnya tetap bisa menikmati bagaimana pemandangan dan dialog dalam buku diwujudkan jadi visual serta disuarakan. Bagi yang belum pernah baca, tenggelamkan diri lo dalam alur penyelidian misteri yang plot twist-nya diakui banyak orang sebagai yang terbaik.

Remember. Everyone is a suspect.

Advertisements
Lockwood & Co TV Series

Lockwood & Co TV Series

Fans Jonathan Stroud di berbagai negara bersorak-sorai karena tweet ini

Yeah, Lockwood & Co jadi serial tv! Bersyukur banget bukan jadi movie karena pasti bakal dipangkas dan sulit menampilkan perkembangan interaksi mereka.

Sempet ngira bakal Bartimaeus Trilogy duluan yang diadaptasi karena dulu kabarnya mau dijadiin movie, tapi akhirnya Lockwood & Co duluan. Dugaan gue serial tv harusnya langsung cover 5 buku karena volume terakhir terbit bulan ini.

Gak sabar nunggu list pemainnya. Ufufufu. ❤❤❤

SHINIGAMI, SANJOU!

SHINIGAMI, SANJOU!

Berita bagus hari… BLEACH LIVE-ACTION MOVIE ! Yap, komik Bleach karya Kubo Tite diadaptasi jadi film live-action.

Selain *dulu* suka BLEACH, gue seneng sebab sutradaranya Sato Shinsuka yang  menangani Tfilm favorit gue, Toshokan Sensou. Plus yang jadi Kurosaki Ichigo adalah Sota Fukushi yang pernah main di Toshokan Sensou jadi Tezuka Hikaru. Huhuhu. Siapa tahu nanti ada lagi jebolan ToshoSen main di film ini.

bleach movie ichigo
(C)Tite Kubo/Shueisha (C)2018 Movie「BLEACH」Production Committee

Berhubung karakter BLEACH memang orang Jepang, jadi gue gak gitu khawatir dengan cast. Tidak seperti Hagane no Renkinjutsushi yang karakternya Eropa tapi pemain versi live-action tetep orang Jepang.

Website BLEACH live-action bisa diintip di sini plus trailer 21 detik.  Berikutnya cast yang akan diumumkan adalah Kuchiki Rukia. Yeay! Gak sabar nih melihat siapa pemeran Sado, Orihime, dan Ishida Uryuu. ❤ ❤ Oh ya, film ini rilis tahun 2018.

Ngajak Foto Bareng Pun Ada Etikanya Loh

Ngajak Foto Bareng Pun Ada Etikanya Loh

Beberapa waktu lalu netizen ramai karena video post Dian Sastrowardoyo menepis tangan fan dan wajahnya (Dian) kayak jijik. FYI, si fan gak pakai permisi langsung menyelipkan tangannya di lengan Dian. Dian yang kaget pun menepis.

Gara-gara kejadian tersebut Dian Sastro dicela sombong, arogan, lupa daratan, dll. Bahkan ada yang boikot film Kartini. Sampai Dian Sastro minta maaf  atas kejadian tersebut.

I feel sorry to Dian Sastro. Dia sebenarnya gak harus minta maaf. Dian sama sekali gak salah dalam kejadian ini. Put yourself in her shoes. Kalau tiba-tiba ada orang colek, pasti reflek lo menepis kan. Apalagi ini orang menyelipkan tangan di lengan loh. Masih bagus mbak Dian gak reflek gaplok. Jika kemudian Dian menampakkan wajah gak suka, YA WAJAR KELEUS. Si penggemar kan udah melanggar personal zone dia.

Orang lupa bahwa orang beken pun manusia biasa. Mereka punya privacy, personal zone, dan gak wajib setiap saat melayani penggemar.

Gue pun seorang penggemar dan pernah kerja di talent management. Jadi gue bisa mengerti perasaan penggemar yang pengen interaksi dengan idolanya. Tapi gue juga paham bahwa orang beken pun ada saatnya gak siap meladeni penggemar.

Gue pun pernah mengalami ditolak minta foto bareng. Gue dan temen-temen ketemu grup visual kei Jepang di Gandaria City. Kami mau ajak foto bareng namun dijawab manajernya “Ashita ashita” (Besok besok). Kami paham bahwa itu penolakan halus. Ya udah, kejadian itu malah jadi inside joke di antara kami.

Kecuali kejadian dengan grup visual kei tersebut, gue sih biasanya mulus kalau mau ajak foto bareng dengan aktor/aktris favorit. Biasanya ini sih yang gue lakukan: Read more

Pesan Titipan Dalam X-Men Gold

Pesan Titipan Dalam X-Men Gold

Jagad internet (terutama fans komik) lagi rame gara-gara 2 panel komik X-Men Gold yang digambar Ardian Syaf

Pada panel pertama Colossus mengenakan kaos bertuliskan QS 5:51 (mengacu pada Al-Maidah ayat 21); panel kedua menunjukkan angka 212 di dinding gedung. Yap, kedua easter eggs tersebut mengacu pada demo anti Ahok beberapa bulan lalu. Kita juga tahu kan demo tersebut banyak tunggangan politis plus anti-China juga.

“212 bukannya Wiro Sableng?”

Nope. Panel 212 digambar Ardian Syaf setelah dia pulang dari demo tersebut. Artinya dia penuh kesadaran saat menggambarnya. Otomatis tahu juga resikonya.

Gue dulu respect banget sama dia. Gue pernah interview yang bersangkutan. Gak nyangka perubahan dia sampai begini.

Hak dia mau punya pandangan politik. Yang gue sayangkan adalah dia memasukkan pandangan tersebut ke komik X-Men. Serial X-Men kan mengangkat kesetaraan dan melindungi hak individu tanpa memandang latar belakang. Tindakam Ardian Syaf merusak pesan tersebut.

Ardian Syaf sudah mulai membunuh karirnya ketika dia menggambar ini. Semoga gak berdampak parah pada komikus Indonesia yang sedang atau mau berkarir di dunia internasional.

ETA: Berita ini udah masuk Wiki, 9Gag, dan Bleedingcool

ETA 2: Respons dari Marvel Comics.

.

[Movie] The Boss Baby

[Movie] The Boss Baby

Hidup jadi anak tunggal sangat menyenangkan. Perhatian full dari orangtua dan selalu jadi prioritas utama adalah nilai plus jadi anak semata wayang. Nah, bagaimana kalau suatu hari muncul bocah yang diaku orangtua sebagai adik kamu?

Itulah yang dialami oleh Timothy “Tim” Leslie Templeton. Terbiasa jadi pusat perhatian, kini Tim harus membaginya dengan bayi kecil. Tim yakin adik yang muncul mendadak itu mencurigakan. Ya gimana gak mencurigakan sih, mana ada bayi pakai suit dan tenteng koper.

Boss-Baby-poster-600x633

Read more

[Movie] Ghost In The Shell

[Movie] Ghost In The Shell

Generasi 90-an yang demen animemanga pasti pernah dengar Ghost In The Shell (GITS). Berawal dari manga karya Masamune Shirow, GITS kemudian diangkat jadi anime dengan sutradara Mamoru Oshii.

Oh ya, Ghost di sini adalah kesadaran manusia. Jadi dalam dunia GITS, kesadaran manusia (otak) dipindahkan ke tubuh lain (Shell). Jadi jiwa dan pemikirannya tetap manusia meski sebagian tubuhnya adalah mesin. Karakter utama GITS adalah polisi Motoko Kusanagi yang disapa “Major”.

Jagad internet sempet rame saat diumumkan Scarlett Johansson menjadi pemeran utama Ghost In The Shell live-action. Tuduhan whitewashing langsung meluncur dari berbagai penjuru. Meski gak nonton/baca GITS, gue juga males sih kalau karakter Jepang diperankan aktris barat.

Tapi rasa penasaran ada juga, makanya gue mau saat ditawarin dateng ke exclusive preview GITS 3D Imax. Preview 15 menit itu bikin gue jadi tertarik sih. Visualnya keren! Plus karakter yang diperankan Scarlett Johansson namanya Mira Killian, bukan Motoko Kusanagi. Tuduhan whitewhasing gak valid lagi. Mamoru Oshii juga berkomentar soal isu tersebut.

Rezeki anak sholeh, gue dapat undangan premier Ghost In The Shell. Yay, I can watch the whole movie!
GITS02

Read more